Kreativitas Terbatas, Kurangnya Pemaksimalan Fasilitas dan Informasi HKI Tidak Merata. Di mana Peran BEM Polimedia?
Dalam dinamika kampus yang terus berkembang, kami meyakini bahwa Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) harus menjadi organisasi yang tidak hanya ada sebagai perwakilan mahasiswa, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan. Kami mencalonkan diri sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) berangkat dengan keyakinan bahwa nilai progresif dan kolaborasi menjadi nilai utama, fondasi penting dalam membangun masa depan yang berorientasi pada kesejahteraan mahasiswa.
Tantangannya, kami melihat bahwa mahasiswa merasa fasilitas kampus belum memadai untuk mendukung proses belajar yang optimal. Dua isu utama yang kami soroti ialah transparansi fasilitas pembelajaran dan penguatan literasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tidak hanya relevan dengan dinamika mahasiswa Polimedia, tetapi juga dengan tren nasional pendidikan vokasi yang tengah berbenah.
Polimedia sebagai institusi vokasi kreatif seharusnya menjadi lingkungan belajar yang mendukung praktik, eksplorasi, dan inovasi. Kenyataannya, mahasiswa sering menemui hambatan bukan hanya pada fasilitas yang belum memadai karena sudah tidak layak menunjang kebutuhan pembelajaran, tetapi juga minimnya akses informasi mengenai bagaimana fasilitas itu dapat digunakan. Jam operasional, mekanisme peminjaman, hingga peraturan teknis laboratorium seringkali tidak tersampaikan secara transparan. Akibatnya, pemanfaatan ruang praktik tidak maksimal, dan proses pembelajaran menjadi tidak efisien.
Tantangan serupa sebenarnya juga terjadi pada banyak kampus vokasi dan perguruan tinggi lain di Indonesia. Studi mengenai pendidikan vokasi menunjukkan bahwa kualitas laboratorium mayoritas institusi sering kali tidak memadai, alat praktik tertinggal dari standar industri, dan sistem pengelolaan fasilitas belum efektif, sehingga menghambat pembelajaran praktik mahasiswa. Pemerintah melalui Ditjen Pendidikan Vokasi bahkan harus melakukan intervensi khusus berupa pembangunan “center of excellence” untuk memperbaiki infrastruktur praktik di sejumlah politeknik.
Hak kekayaan intelektual menjadi persoalan penting yang sering disalahpahami mahasiswa. Dalam konteks kampus kreatif seperti Polimedia, HKI bukan sekadar dokumen legal, tetapi pelindung moral dan ekonomi dari karya mahasiswa. Pedoman HKI Polimedia 2025 menegaskan bahwa karya mahasiswa dan dosen harus dihargai sebagai aset institusi. Namun realitas menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terkait HKI masih rendah. Kampus-kampus besar seperti Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah mengembangkan sistem edukasi HKI melalui portal resmi, target pendaftaran HKI tahunan, dan workshop berkala. Sementara itu, laporan akademik menunjukkan bahwa secara nasional, mahasiswa masih memiliki tingkat kesadaran HKI yang rendah meskipun memahami urgensinya. Ini menunjukkan bahwa gap literasi HKI bukan hanya terjadi di Polimedia, melainkan merupakan persoalan umum pendidikan tinggi Indonesia.
Kami meyakini bahwa BEM Polimedia mampu hadir sebagai penghubung antara mahasiswa dan pihak kampus, memastikan aspirasi dan kebutuhan mereka terdengar dan ditindaklanjuti. kami mengusulkan arus informasi yang transparan, salah satunya melalui program feeds Instagram bertajuk “Seputar Informasi Adkesma” serta press release. Melalui kanal ini, seluruh mahasiswa dapat mengetahui jam operasional laboratorium, mekanisme peminjaman, ketentuan teknis, hingga pengumuman penting lainnya secara cepat dan jelas. Transparansi informasi ini menjadi langkah pertama untuk memastikan fasilitas yang ada benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa.
Maka dari itu, kami pasti akan berkoordinasi dengan seluruh Himpunan Mahasiswa (HIMA) dalam forum Rapat Kemahasiswaan Ormawa guna memetakan kendala fasilitas secara langsung, mulai dari kebutuhan alat, kendala peminjaman, hingga tantangan teknis lapangan. Melibatkan HIMA berarti melibatkan suara mahasiswa dari setiap program studi, memastikan bahwa setiap keputusan BEM bukan hanya gagasan pusat, tetapi hasil dialog dan kerja sama civitas akademik yang inklusif.
Sementara itu, dalam isu HKI kami menawarkan pendekatan berbasis pencerdasan dan pendampingan langsung. Dengan berkolaborasi bersama Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) melalui penyelenggaraan workshop yang membahas konsep dasar HKI, manfaat perlindungan karya, hingga simulasi pendaftaran HKI. Selain workshop, edukasi, juga akan disebarkan dalam bentuk konten feeds “Polimedia Harus Tahu”, yang fokus memberikan informasi relevan dan mudah dipahami oleh mahasiswa tentang hak cipta dan jenis-jenis HKI lainnya.
Namun, perubahan hanya dapat terwujud melalui kerja kolektif dan sinergi antar organisasi mahasiswa, dengan partisipasi aktif dan inklusif. Kami melihat bahwa adanya forum rutin untuk mengidentifikasi isu, menampung aspirasi, dan menindaklanjuti secara transparan, membuat BEM mampu bergerak lebih kuat dan memastikan bahwa setiap kebijakan berpihak pada kebutuhan mahasiswa, sebagai prioritas utama.
Harapan terbesar kami adalah terwujudnya dampak positif yaitu lahirnya lingkungan pembelajaran yang lebih efisien, terbuka, dan berpihak pada kebutuhan mahasiswa. Dengan ‘’SEPIA’’ yaitu Seputar Informasi Adkesma sebagai kanal informasi, mahasiswa akan lebih mudah mengakses jadwal, prosedur, dan kebijakan laboratorium sehingga pemanfaatan fasilitas menjadi lebih optimal dan bebas dari kebingungan. Melalui kolaborasi bersama HIMA, perbaikan fasilitas tidak lagi berjalan satu arah, tetapi menjadi gerakan bersama yang memperkuat rasa kepemilikan mahasiswa terhadap ruang praktik mereka.
Pada saat yang sama, edukasi HKI melalui workshop bersama P3M dan feed “Polimedia Harus Tahu” akan menumbuhkan pemahaman baru bahwa setiap karya mahasiswa memiliki nilai hukum dan ekonomi yang patut dilindungi. Kesadaran ini akan mendorong mahasiswa untuk mulai mendaftarkan karya mereka, memperkuat portofolio profesional, dan meningkatkan reputasi Polimedia sebagai institusi vokasi kreatif yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga melindunginya secara sah.
Keseluruhan upaya ini diharapkan membentuk lingkungan kampus yang lebih modern, transparan, dan responsif dengan apa yang kami sampaikan terkait tantangan yang terjadi terhadap keberlangsungan mutu pembelajaran dan pengembangan sistem edukasi HKI.
Kami juga merancang langkah strategis BEM Polimedia untuk berjalan menunjang kesejahteraan mahasiswa Polimedia yang kami susun dalam rancangan 100 hari kerja BEM Polimedia, sebagai acuan kerja keanggotaan yang kami gambarkan dengan fokus utama berupa pengembangan dan pencerdasan kepada anggota. Karena dalam menjalankan roda organisasi pastinya diperlukan pemahaman terkait organisasi yang kami usung dalam agenda upgrading anggota.
Bagi kami, upgrading BEM adalah proses yang memperkuat pemahaman peran, peningkatan kapasitas, dan keseragaman arah gerak. Upgrading BEM adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan kepengurusan yang lebih siap, lebih peka, dan lebih profesional dalam bekerja untuk mahasiswa. Selajn upgrading, kami juga menyusun agenda kerja pada setiap departemen di dalam BEM Polimedia pada rencana 100 hari kerja.
Pastinya, Administrasi yang sangat penting dilakukan dalam organisasi harus tetap dijalankan sebagaimana mestinya. Kami juga merancang sistematis advokasi yang berfokus terkait tantangan permasalahan fasilitas yang dapat menunjang mutu pembelajaran di Polimedia, serta sistematis penyebaran informasi secara efektif.
Kami berharap dengan apa yang kami usung dan kami rancang untuk masa depan BEM Polimedia dapat mencapai dan menunjang kesejahteraan mahasiswa Polimedia. Kami juga meyakini bahwa kami mampu hadir sebagai penghubung antara mahasiswa dan pihak kampus, memastikan aspirasi dan kebutuhan mereka terdengar dan ditindaklanjuti.
Pada akhirnya, seluruh gagasan dan langkah yang kami tawarkan bukan hanya tentang fasilitas atau HKI semata. Ini adalah tentang hak mahasiswa dalam mendapatkan ruang belajar yang layak, tentang perlindungan terhadap kreativitas yang mereka bangun dengan susah payah, dan tentang menghadirkan BEM Polimedia yang akan dibawakan oleh kami dengan berintegrasi, bekerja, dan berdampak secara nyata.
Penulis: Ujang Rahman & Putri Natasha
Editor : Syafaa Ainun Laita Lesmana