Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Ambruknya Atap Hall Polimedia

Atap plafon multimedia tumbang
fotografer: Desty Dzulfadiyanah

JAKARTA, majalahketik.com – Runtuhnya atap Hall Gedung E Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) pada Rabu sore, 29 Oktober 2025, sekitar pukul 18.30 WIB, disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem. Menurut Kasubtim Umum Polimedia, Munawir, peristiwa tersebut bukan akibat kerusakan struktural melainkan bencana alam.

“Di sana ada ventilasi jaring-jaring yang terkena angin, lalu air masuk menerpa plafon. Plafon tidak kuat hingga akhirnya ambruk,” jelasnya.

Beruntung, tidak ada korban dalam kejadian ini. Munawir mengatakan bahwa saat kejadian, area Hall dalam keadaan kosong dan hanya ada petugas keamanan serta Office Boy (OB) yang berjaga di sekitar lokasi. Sesaat setelah menerima laporan dari petugas keamanan, pihak kampus langsung menindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan.

“Pagi-pagi buta saya menyuruh petugas OB, lalu ada mandor PT yang langsung mengecek. Sekarang sedang dilakukan analisa perbaikan, karena tidak bisa langsung diperbaiki harus diteliti dulu apakah diganti baru atau cukup diperbaiki bagian yang rusak,” ujar Munawir.

Munawir menjelaskan bahwa plafon Hall sebenarnya dibuat untuk jangka panjang dan sebelumnya masih dalam kondisi kuat. Namun, tekanan angin dan air yang masuk dari ventilasi membuat plafon tidak mampu menahan beban.

“Plafon tidak boleh terkena air dan angin langsung, dan saat itu kondisi cuaca memang ekstrem,” jelasnya.

Pihak manajemen Polimedia berjanji akan segera memperbaiki bagian yang rusak agar Hall dapat kembali digunakan.

“Perbaikan adalah kewajiban kampus dan tidak akan dibiarkan berlarut. Penanganannya juga sudah sesuai SOP, hanya saja ini murni bencana. Ke depan, ventilasi jaring-jaring tidak akan digunakan lagi agar angin tidak langsung masuk,” ungkap Munawir.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi pengelola fasilitas kampus untuk terus memperhatikan desain ventilasi dan sistem perlindungan bangunan terhadap cuaca ekstrem agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.


Reporter: Falza Azahra

Redaktur: Sabda Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts