Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Olimpiade Polimedia 2026 Kembali Digelar, Rise to Greatness Jadi Semangat Mahasiswa Berkompetisi

Foto : Amarillys Tiara Andika

JAKARTA, majalahketik.com – Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) kembali menyelenggarakan Olimpiade Polimedia 2026 yang dibuka pada Senin, 15 Juni 2026. Mengusung tema Rise to Greatness dengan konsep Zero to Hero, ajang tahunan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang nona kademik melalui berbagai kompetisi seni, olahraga, dan e-sport.

Tahun ini, Olimpiade Polimedia menghadirkan sebelas cabang perlombaan, termasuk dua cabang baru yang menjadi pembaruan pada penyelenggaraan tahun ini. Kompetisi yang dipertandingkan meliputi fotografi, dance group, solo singer, stand-up comedy, basket, futsal, voli, tenis meja, catur, badminton, hingga Mobile Legends. Pembukaan kegiatan diawali dengan Parade yang telah menjadi bagian dari tradisi Olimpiade Polimedia setiap tahunnya. Pada parade tersebut, mahasiswa dari berbagai program studi menampilkan kreativitas, kekompakan, serta karakter khas prodi masing-masing.

Mewakili Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimedia, Dayu Sri Herti, Andriyana menyampaikan bahwa Olimpiade Polimedia merupakan agenda tahunan yang bertujuan mewadahi pengembangan potensi mahasiswa di bidang non akademik.

“Olimpiade Polimedia 2026 ini merupakan kegiatan tahunan yang setiap tahun kita selenggarakan. Tahun ini kita mengangkat tema Rise to Greatness dengan tagline ‘Nyalakan Potensi, Raihlah Prestasi’. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjaring dan menyalurkan potensi mahasiswa di bidang nonakademik. Minggu kemarin kita sudah melaksanakan kegiatan di bidang akademik, sekarang kita menyelenggarakan pesta di bidang nonakademik,” ujar Adriyana.

Ketua Pelaksana Olimpiade Polimedia 2026, Yukio Nidal Ahmad, mengatakan persiapan kegiatan telah dimulai sejak pembentukan panitia pada akhir Februari. Penyusunan konsep kemudian dilakukan sejak awal Maret dengan mengusung tema Rise to Greatness dan konsep Zero to Hero. Tema tersebut dipilih untuk mendorong mahasiswa agar terus berkembang, berani berkompetisi, serta menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Selain menjadi pembuka rangkaian Olimpiade, Parade juga terus dipertahankan sebagai bagian dari penyelenggaraan setiap tahunnya. Menurut Yukio, kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkenalkan identitas sekaligus menunjukkan rasa bangga terhadap prodi yang mereka wakili.

“Tujuannya untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa, sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa bangga dengan prodinya masing-masing. Jadi, bisa dibilang parade ini menjadi branding untuk setiap prodi,” ungkapnya.

Pembukaan Olimpiade Polimedia 2026 berlangsung meriah. Mahasiswa dari berbagai program studi tampak antusias mengikuti parade dengan membawa atribut, meneriakkan yel-yel, serta memberikan dukungan kepada prodi masing-masing.

Salah satu peserta Olimpiade Polimedia 2026, Muhammad Rifqi Fauzan, mengaku antusias mengikuti Parade. Menurutnya, kemeriahan parade membuat peserta semakin bersemangat mengikuti Olimpiade tahun ini.

“Sangat seru karena bisa siap-siap bareng satu prodi buat parade. Semoga ke depannya lebih seru lagi, dan rivalitasnya juga bisa lebih terasa,” ujarnya.

Olimpiade Polimedia 2026 menjadi bagian dari agenda tahunan Polimedia yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang non akademik melalui berbagai cabang perlombaan.

Reporter: Naila Fadhilah Chairunnisa

Editor: Falza Azahra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts