Pelantikan Ormawa Polimedia 2026 Tegaskan Komitmen Integritas dan Responsif Untuk Perubahan Nyata
Jakarta, majalahketik.com – Pelantikan Ormawa Polimedia 2026 resmi digelar pada Senin, 23 Februari 2026 di Aula Polimedia, Gedung B Lantai 3. Mengusung tema “Ormawa Sebagai Pelopor Kepemimpinan Intelektual yang Berintegritas dan Responsif”. Acara ini dihadiri oleh delegasi dari seluruh organisasi mahasiswa Polimedia, termasuk Majelis Pemusyawaratan Mahasiswa (MPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (HIMA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Otonom (BO), Badan Semi Otonom (BSO), dan Organisasi Di Bawah Divisi (ODD). Acara ini menjadi simbol pergantian kepengurusan sekaligus titik awal perubahan nyata untuk meningkatkan tata kelola organisasi dan kesejahteraan mahasiswa.
Ketua BEM Polimedia 2026 terpilih, Ujang Rahman, Menyampaikan bahwa, prosesi pelantikan Ormawa Polimedia 2026 telah berlangsung secara transparan dan mencerminkan prinsip keadilan beserta kejujuran. Rangkaian kegiatan pelantikan ini tidak hanya memperlihatkan secara terbuka para calon penerus organisasi mahasiswa yang sudah terpilih, tetapi juga disertai sumpah jabatan sebagai bentuk komitmen moral. Sumpah jabatan dipandu oleh Direktur Polimedia, Tipri Rose Kartika, serta disaksikan oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Anindita Budi Astuti, sehingga menegaskan keabsahan dan legitimasi kepengurusan baru.
“Menurut saya, untuk prosesi pelantikan tahun ini sudah cukup transparan untuk bisa memperlihatkan calon-calon penerus organisasi mahasiswa terpilih dan juga bisa berlaku adil dan juga jujur. Terutama dengan adanya sumpah Ormawa dari pengurus yang terpilih,” Ujar Ujang.
Ujang juga menambahkan bahwa kepengurusan BEM Polimedia 2026 akan membawa perubahan nyata dalam arah kebijakan maupun cara kerja organisasi. Bersama Wakil Ketua BEM, Putri Natasha, ia telah menyiapkan visi baru yang disesuaikan dengan dinamika kampus, kondisi mahasiswa, hingga situasi nasional saat ini, dengan tujuan merancang program yang lebih tepat guna untuk kesejahteraan mahasiswa.
“Dari situ kami merancang program yang lebih sesuai untuk mendorong kesejahteraan mahasiswa, sehingga pastinya ada aksi dan dampak yang berbeda dari kepemimpinan sebelumnya,” ujar Ujang.
Keberhasilan pelantikan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang terlibat. Ketua Pelaksana Pelantikan Ormawa Polimedia 2026, Abdul Malik, menjelaskan bahwa pembimmbingan dari Badan Pengurus Harian (BPH) MPM Polimedia, dukungan manajemen kampus dan keterlibatan seluruh kepala delegasi yang hadir pada hari pelantikan juga sangat penting. Kerja sama antara semua pihak tersebut memastikan acara berjalan lancar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kita sebagai anggota dibimbing untuk bisa menyelenggarakan acara pelantikan Ormawa Polimedia 2026 ini. Selain itu juga ada peran dari manajemen dan juga tentunya seluruh kepala delegasi yang terlibat pada hari ini,” ujar Malik.
Menurut Malik, persiapan pelaksanaan Pelantikan Ormawa Polimedia 2026 ini dimulai pada 26 Januari hingga 21 Februari. Persiapan ini meliputi rapat panitia untuk menentukan konsep acara, survei lokasi pelantikan, dan koordinasi mengenai media partner serta kebutuhan teknis lainnya. Malik menambahkan, sejumlah kendala kerap terjadi pada proses persiapan pelaksanaan pelantikan, seperti keterbatasan penggunaan fasilitas yang baru dapat diakses pada hari- H, penyesuaian jadwal akademik serta koordinasi antar pihak. Meski demikian, melalui komunikasi secara berkala dan kerja sama yang baik seluruh kendala dapat teratasi.
“Untuk kendala biasa saja, terkait dengan penggunaan fasilitas kampus yang mana memang baru bisa digunakan pada hari- H, sehingga untuk set up perlu disesuaikan. Miskomunikasi juga sempat terjadi dengan pihak manajemen,” jelas Malik.
Wakil Ketua BEM Polimedia 2026, Putri Natasha, menilai momentum pelantikan ini penting bagi masa depan Organisasi mahasiswa di Polimedia. Menurutnya, pelantikan menjadi bentuk transparansi kepada mahasiswa Polimedia mengenai siapa saja pemimpin mereka. Natasha menambahkan, bahwa pelantikan ini juga memastikan mahasiswa bisa menuntut tanggung jawab atas aspirasi mereka kepada Ormawa Polimedia 2026. Dengan demikian, momentum ini bukan hanya sekedar seremonial, tetapi juga penguatan peran Ormawa sebagai mitra kritis kampus.
“Mengapa dianggap penting, karena pelantikan Ormawa ini adalah bentuk transparansi bagi mahasiswa Polimedia untuk mengenal pemimpin mereka. Dengan begitu, nantinya mereka juga akan punya tempat untuk bisa menyuarakan aspirasi sekaligus menuntut komitmen kepemimpinan ormawa di tahun 2026,” ujar Natasha.
Sementara itu, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Polimedia juga memiliki peran penting dalam memastikan kepengurusan Ormawa berjalan sesuai dengan aturan dan prinsip demokrasi. Sheyla Aulya, Ketua MPM Polimedia 2026, menegaskan bahwa MPM sebagai lembaga yang bertugas mengawal dan memastikan Ormawa berjalan secara linear. Pihaknya telah melakukan peninjauan sejak awal untuk memastikan seluruh pengurus Ormawa siap menjalankan tanggung jawab selama satu tahun masa jabatan. Sheyla menambahkan, pengawasan terhadap Ormawa akan diperketat sejak tahap perancangan program kerja.
Tidak hanya saat pelaksanaan, pengawasan ini dilakukan guna menjamin agar setiap kebijakan dan langkah yang diambil oleh Ormawa ke depannya tetap relevan dengan kebutuhan mahasiswa Polimedia saat ini.
“Pengawasannya pun akan diketati dan diawasi dengan baik agar apa yang dilakukan teman-teman Ormawa kedepannya bisa sesuai dan juga linear sama kebutuhan mahasiswa saat ini,” ujar Sheyla.
Sejalan dengan fungsi pengawasan tersebut, pergantian kepemimpinan di BEM Polimedia dinilai penting untuk merespons berbagai isu krusial di kalangan mahasiswa, seperti UKT, fasilitas kampus, dan kesejahteraan mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Ujang Rahman menyatakan bahwa BEM Polimedia 2026 telah menyusun strategi secara melalui Departemen Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa meliputi identifikasi isu, advokasi, kemudian komunikasi aktif dengan pihak kampus, serta monitoring, dan evaluasi. Ini dilakukan agar setiap langkah BEM Polimedia tetap selaras dengan pengawasan MPM Polimedia dan kebutuhan nyata mahasiswa.
“Tentunya dari Badan Eksekutif Mahasiswa itu sendiri sudah mempunyai rancangan strategi sendiri yang mana disusun melalui Departemen Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa, yang memang bertugas menampung dan mengadvokasi aspirasi mahasiswa sehingga setiap keresahan atau isu kebijakan dapat ditangani sesuai dengan kepentingan dan kesejahteraan mahasiswa,” tekan Ujang.
Juga demikian, MPM Polimedia 2026 menekankan pengawasan kinerja Ormawa dengan berlandaskan tema integritas. Tema ini diangkat karena dinilai sempat menurun pada periode sebelumnya, sehingga MPM Polimedia 2026 ingin memastikan setiap program Ormawa berjalan sesuai tujuan awal. Pengawasan dilakukan tidak hanya secara ketat, tetapi juga dengan memberikan dukungan dari belakang agar program Ormawa tetap efektif dan selaras dengan kebutuhan mahasiswa.
“Sebenarnya dari MPM sendiri memang ingin menekankan integritas karena sudah cukup hilang dari beberapa periode sebelumnya. Kami akan terus mengawasi teman-teman dari Ormawa sambil membantu dari belakang supaya setiap program bisa berjalan dengan baik dan tetap sesuai tujuan awal,” ujar Sheyla.
Sebagai penutup, MPM Polimedia 2026 menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Pelaksanaan pelantikan yang lebih awal dibanding periode sebelumnya bertujuan menjaga sinergi antar Ormawa agar kepengurusan baru dapat segera bekerja secara efektif, dan membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan mahasiswa.
Teks: Kamila Nurhaniyah
Editor: Hanum Ayu Lestari