Jakarta, majalahketik.com – Komitmen polimedia untuk melangkah menuju kancah Internasional semakin nyata. Hal ini ditandai dengan pembukaan resmi program pertukaran pelajar Polimedia bersama Habibie Institute pada Senin, 19 Januari 2026 di Gedung A Polimedia, dengan menghadirkan mahasiswa Jerman untuk mengikuti rangkaian kegiatan akademik maupun non-akademik di Indonesia.
Program pertukaran pelajar ini bertujuan untuk memberikan pengalaman internasional secara langsung bagi mahasiswa polimedia sekaligus memperluas wawasan global, serta memperkenalkan Polimedia kepada institusi Pendidikan dan industri kreatif di Jerman, khususnya Berlin.
Menurut Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerjasama Polimedia, Handika Dany Rahmayanti, melalui program pertukaran pelajar ini, diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan akademik dan praktik berbasis proyek, meningkatkan kemampuan komunikasi internasional serta membangun wawasan dan kemampuan bekerjasama dalam lingkungan multikultural. Dengan demikian, mahasiswa Ppolimedia dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap sistem industri kreatif global dan siap untuk bersaing di tingkat internasional.
“yang pertama, ini merupakan student exchange, jadi untuk memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa kita untuk global. Harapannya menambah wawasan global mahasiswa kita dan menghasilkan output based project” tuturnya.
Selama mengikuti pertukaran pelajar ini, mahasiswa Jerman akan mengikuti rangkaian kegiatan akademik yang sudah dirancang khusus. Program ini dimulai dengan pembentukan tim dan arahan proyek di hotel tempat mereka menginap selama program ini berlangsung, diikuti kuliah on-site bersama mahasiswa Polimedia Kreatif. Mahasiwa mengerjakan proyek dengan berbasis tim yang dibimbing langsung oleh tenaga pengajar dari polimedia dan praktisi industri kreatif, termasuk DGI Innovator. Selain itu, mereka juga memanfaatkan studio broadcasting sebagai sarana untuk praktik produksi media. Setiap proyek yang dikerjakan akan diarahkan untuk dapat menghasilkan karya yang inovatif, yang akan dipresentasikan pada Demo Day di kampus Polimedia atau di Wisma Habibie Island, dengan menghadirkan pengajar, mentor, dan tokoh industri seperti Ilham Habibie.
Selain kegiatan akademik, mahasiswa jerman juga dapat mengikuti berbagai kegiatan non-akademik yang sudah dirancang untuk memperluas wawasan global dan melatih soft skill. Mereka akan melakukan kunjungan ke industri kreatif sebagai bagian dari program Go Europe yang di dukung oleh Axel Springer, salah satu Perusahaan media terbesar di Jerman, untuk memahami sistem industri kreatif. Mahasiswa juga mengikuti team building untuk memperkuat kerjasama tim, serta kegiatan cultural exposure seperti berkunjung ke Museum, Kota Tua maupun trekking di alam sekitar. Program ini juga menghadirkan sesi audiensi dan stakeholder mapping, sehingga mahasiswa dapat membangun jaringan yang profesional.
Program pertukaran pelajar ini sepenuhnya difasilitasi oleh Habibie Innovation Incubator (HII), yang mana menjadi koordinator utama dari kegiatan akademik dan non-akademik mahasiswa Jerman. Program ini juga didukung oleh Go Europe Program, dengan partner utamanya Adalah Axel Springer, salah satu Perusahaan terbesar media terbesar yang ada di Jerman. Selain itu, beberapa tenaga pengajar dan praktisi industri juga turut serta berperan aktif dalam pelaksanaan program ini seperti DGI Innovator, yang membimbing mahasiswa dalam proyek berbasis media dan produksi kreatif.
Sebagai proyek pertama, pihak Polimedia akan meninjau kembali umpan balik yang diberikan oleh mahasiswa dan pihak terkait, untuk memastikan keberhasilan dan manfaat yang maksimal. Proyek pertama ini merujuk pada program pertukaran pelajar perdana antara Polimedia bersama Habibie Institute, dimana mahasiswa Jerman mengikuti kuliah on-site, proyek kolaboratif, dan demo day di Indonesia sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa Polimedia untuk mengikuti pembelajaran secara langsung di Jerman. Menurut Handika Dany, jika hasil dari umpan balik ini positif, nantinya program ini berpotensi dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan dengan jumlah mahasiswa yang lebih banyak, baik dari Jerman maupun dari Polimedia.
“Karena ini first project, kita lihat feedback-nya terlebih dahulu dari mereka mudah-mudahan feedback– nya itu positif dan akan ada sustainable project untuk kedepannya. dari hasil output ini baru kita akan membicarakan the future, mungkin bisa mendatangkan mahasiswa yang lebih banyak lagi” paparnya.
Melalui program ini, diharapkan menjadi langkah strategis bagi Polimedia untuk memperkuat internasionalisasi kampus, membangun reputasi global, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan institusi Pendidikan dan industri kreatif, tidak hanya di Asia namun juga di Eropa.
Teks: Kamila Nurhaniyah
Editor: Hanum Ayu Lestari