Teater MERIN 2025 Angkat Kritik Sosial dan Harapan Perubahan
JAKARTA, majalahketik.com – Dengan alur kritik dan harapan yang tersirat, MERIN Vol. III 2025 sukses digelar dengan antusiasme tinggi dari para peserta, menandai harapannya sebagai ruang ekspresi literasi dan seni.
Merah Bermain (MERIN) adalah agenda tahunan teater yang diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Seni (Kompeni) Polimedia Jakarta. Mengangkat tema Exclusion of an Era, pertunjukkan teater ini menampilkan dua cerita berbeda tetapi dengan tujuan yang sama: menyampaikan pesannya secara tersirat. Acara ini digelar pada 15 April 2025 di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) Polimedia.
Pesan yang mendalam dengan cerita alur mundur disajikan pada cerita pertama. Berbeda dengan cerita kedua dengan tajuk Dan yang Menetap, cerita ini berlatar tahun 1940-an dimana alur ini mengangkat tema efisiensi anggaran oleh petinggi penjajah yang merugikan warga pribumi. Selain alurasi politik, terdapat beberapa cuplikan lain yang mengkritisi isu-isu kampus dan sosial, khususnya di kalangan seniman yang sedang marak terjadi saat ini.
“Dengan naskah yang dibawakan ini kita ingin menyuarakan keluh kesah kami terhadap isu isu terutama seni yang beredar sekarang” ujar Direktur & Scriptwriter, Indah Eliza Putri.
Tujuan diadakan Teater Merah ini bukan sekadar menampilkan siluet cerita, tetapi juga menyajikan kisah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Para penonton diajak untuk menyadari kecenderungan menyepelekan pekerjaan dan menganggap sakit hati sebagai akhir segalanya. Pesan ini menjadi nilai moral terhadap audiens, bahwa pengalaman pahit tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menyerah dalam menjalani hidup. Sebaliknya, hal tersebut harus dijadikan pelajaran berharga untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijaksana.
Para pemeran Teater Merah berhasil membangun chemistry yang kuat di atas panggung, menjadikan pertunjukan terasa hidup dan penuh emosi. Dengan penghayatan yang mendalam terhadap setiap peran, mereka mampu menyampaikan pesan-pesan yang terkandung di setiap cuplikan kepada para audiens.
MERIN Vol. III 2025 ini membawa pesan semangat kolaboratif yang kuat di sepanjang acara. Gelaran ini menjadi panggung bagi suara-suara atas isu politik, sosial kampus, serta geliat seni yang kian lekat dengan keresahan anak anak muda. Cerita yang disajikan seakan membawa harapan bahwa isu-isu tersebut bukan sekedar tren sesaat dalam ruang diskusi, melainkan dapat ditindaklanjuti menjadi gerakan nyata yang mendorong perubahan.
Teks : Risky Wahyu Kurniawan
Editor : Intan Safitri