DisLabel Hadirkan Ruang Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Lotte Mall Jakarta
Jakarta, majalahketik.com — Program DisLabel 2026 Stories Beyond Labels yang mengusung tema “Menuju Ruang Tanpa Batas” menggelar konferensi pers pada Jumat, 24 Juli 2026 di Ice Palace Concert Hall, Lantai 4 Lotte Mall, Jakarta Selatan. Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa LSPR Institute of Communication and Business sebagai bagian dari mata kuliah Community Development bekerja sama dengan Rumah Sahabat Inklusi serta didukung oleh Lotte Mall Jakarta. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya inklusivitas, menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas, dan menghadirkan ruang yang setara bagi semua individu.
Project Leader DisLabel, Maritzki Cesario menjelaskan bahwa program ini lahir dari keinginan untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Menurutnya, masih banyak stigma yang menganggap penyandang disabilitas memiliki keterbatasan dalam berkarya dan berkontribusi. Melalui DisLabel, masyarakat diajak melihat bahwa setiap individu memiliki potensi yang sama apabila diberikan kesempatan dan akses yang setara.
“Kami ingin mematahkan stigma bahwa teman-teman penyandang disabilitas itu tidak bisa apa-apa. Mereka memiliki hak dan potensi yang sama untuk berkembang,” ujarnya saat konferensi pers.
Dosen pengampu mata kuliah Community Development LSPR Institute, Faradyzka Aurora, menyampaikan bahwa DisLabel merupakan bentuk implementasi pembelajaran mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa proyek ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta kepedulian sosial melalui kegiatan yang berdampak langsung kepada komunitas.
Sementara itu, Pembina Rumah Sahabat Inklusi, Teuku Jordan Zacky, menjelaskan bahwa komunitas yang dipimpinnya saat ini telah memiliki ratusan anggota penyandang disabilitas di wilayah Jabodetabek. Rumah Sahabat Inklusi secara aktif memberikan pelatihan, pendampingan, hingga membuka peluang kerja bagi anggotanya. Ia berharap kolaborasi dengan LSPR Institute dapat memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan.
Dukungan juga datang dari Lotte Mall Jakarta sebagai mitra penyelenggara. Perwakilan Lotte Mall Jakarta, Anastasia Damastuti, menyampaikan bahwa pusat perbelanjaan bukan hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai ruang publik yang harus dapat diakses oleh semua orang tanpa diskriminasi. Oleh karena itu, Lotte Mall telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti area parkir khusus penyandang disabilitas dan toilet yang ramah disabilitas di setiap lantai. Menurutnya, kerjasama dalam program Dislabel sejalan dengan komitmen Lotte Mall untuk menciptakan ruang publik yang inklusif dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Melalui penyelenggaraan DisLabel, mahasiswa LSPR Institute, Rumah Sahabat Inklusi, dan Lotte Mall Jakarta berharap kolaborasi ini dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif.
Program ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak institusi, komunitas, maupun ruang publik untuk memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas agar dapat berkembang, berkarya, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
Teks : Muhammad Zauhar
Editor :Andien T. Aprillia