Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Waroeng Daon Lontar: Kafe Hidden Gem Bergaya Betawi

Jakarta, majalahketik.com – Di tengah hiruk pikuk Jakarta Pusat, Waroeng Daon Lontar hadir sejak 7 Agustus 2023 sebagai hidden gem yang menawarkan pengalaman nongkrong berbeda. Saat banyak kafe memilih konsep industrial, musik pop, atau desain minimalis, tempat ini justru menyuguhkan nuansa hangat yang sarat budaya Betawi, lengkap dengan sentuhan estetik, aroma kuliner tradisional, dan suasana yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati setiap momen.

Begitu pintu dibuka, pengunjung langsung disambut dengan kursi kayu klasik berjajar rapi, becak tua menjadi pajangan manis di sudut ruangan, hingga aroma masakan rumahan yang sukses bikin perut keroncongan. Semua elemen ini berpadu menciptakan kenyamanan yang sulit ditemukan di kafe-kafe bergaya modern.

Putra (25), pemilik Waroeng Daon Lontar, menuturkan bahwa ide ini lahir dari kegemaran sang ayah mengoleksi barang antik. “Ayah saya memang hobi mengumpulkan barang antik. Dari situ, saya berpikir, mengapa tidak dimanfaatkan saja? Apalagi jika dijadikan kafe bertema Betawi, rasanya belum banyak yang seperti itu,” ujar Putra.

Kafe yang berdiri sejak dua tahun lalu ini merupakan hasil dari perencanaan matang yang telah disiapkan sejak Putra lulus kuliah. Ia ingin membangun tempat yang tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman budaya. Menu yang disajikan berfokus pada kuliner khas Betawi, seperti nasi goreng gila, kopi susu klepon, dan kopi betawi khas Jakarta. Dekorasinya sebagian besar merupakan koleksi pribadi yang memberikan nilai autentik. 

Pengunjungnya pun tidak hanya berasal dari kalangan milenial, tetapi juga banyak Gen Z yang jatuh hati pada suasana di sini. Nama Waroeng Daon Lontar terinspirasi dari lokasinya di Jalan Lontar, sebuah nama yang menurut Putra memiliki filosofi sederhana namun bermakna. Konsep vintage yang dipadukan dengan estetika modern, sehingga menciptakan ruang nyaman untuk berbincang santai atau bekerja dengan laptop.

Kalau berbicara soal omzet, Putra mengatakan hari biasa saja bisa tembus di atas Rp3 juta. Sementara itu, jika sudah memasuki akhir pekan, suasananya semakin ramai. Meja-meja hampir selalu penuh oleh pengunjung yang nongkrong, bekerja sambil menikmati kopi, atau makan bersama pasangan. Terkadang kafe ini juga digunakan untuk gathering, rapat, hingga pesta ulang tahun kecil yang terasa hangat dan meriah. Bagi Putra, momen-momen seperti ini bukan hanya menambah omzet, tetapi juga membuat kafe ini terasa dekat dengan para pengunjungnya.

Bagi Erni, pengunjung asal Bogor, kunjungannya kali ini menjadi pengalaman menyenangkan. “Awalnya saya hanya tahu di sini ada kantor hukum, ternyata di dalamnya ada kafe nuansa Betawi yang keren. Harganya terjangkau, suasananya nyaman, dan makanannya enak. Pasti saya rekomendasikan ke teman-teman!” ujar Erni.

Akses menuju Waroeng Daon Lontar terbilang mudah. Dari Stasiun KRL Tanah Abang, pengunjung dapat berjalan kaki sekitar 10 menit atau menggunakan ojek daring dengan tarif sekitar Rp7.000. Lokasinya yang strategis menjadikannya pilihan tepat untuk melepas penat setelah beraktivitas di Ibu Kota. Bagi pencinta kuliner yang ingin mencicipi cita rasa otentik Betawi sambil menikmati suasana klasik, kafe ini layak masuk dalam daftar kunjungan berikutnya!

Teks: Andien T. Aprillia

Redaktur: Muhamad Rifki Saputra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts