Jakarta, majalahketik.com – Rangga dan Cinta (2025) karya Riri Riza, yang tayang perdana pada 2 Oktober 2025, merupakan perpaduan antara drama romantis dan musikal yang memikat. Film ini menghadirkan kembali semesta legendaris Ada Apa dengan Cinta? dalam bentuk yang lebih segar dan modern, dengan pendekatan musikal yang belum banyak dieksplorasi dalam perfilman Indonesia. Mengusung nostalgia masa remaja sekaligus semangat baru bagi generasi muda, film ini menjadi salah satu proyek paling dinantikan pada 2025.
Riri Riza menyebut, ide film ini lahir dari kerinduannya terhadap cerita cinta remaja yang sederhana namun sarat makna. Ia ingin menampilkan bagaimana musik dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan perasaan yang sulit diutarakan dengan kata-kata. Bersama Melly Goeslaw dan Anto Hoed sebagai penata musik, film ini berhasil membangkitkan kenangan lama sekaligus mempersembahkan lagu-lagu baru yang penuh emosi dan makna.
Cerita Rangga dan Cinta mengambil latar Jakarta di awal 2000-an. Tokoh Cinta (Leya Princy) digambarkan sebagai siswi populer, aktif di berbagai kegiatan sekolah, dan memiliki lingkaran pertemanan yang solid. Sementara itu, Rangga (El Putra Sarira) adalah sosok penyendiri, gemar membaca puisi, dan cenderung tertutup. Dunia mereka berbeda jauh, namun sebuah lomba puisi mempertemukan keduanya. Kekalahan Cinta dari Rangga memicu rasa penasaran yang perlahan berubah menjadi kekaguman, lalu tumbuh menjadi cinta yang tulus, tetapi rumit.
Konflik muncul ketika Cinta harus memilih antara mempertahankan persahabatan atau mengikuti kata hatinya kepada Rangga. Ketegangan batin ini menggambarkan gejolak emosi khas remaja yang sedang mencari jati diri. Film ini tidak hanya bercerita tentang cinta pertama, tetapi juga tentang keberanian untuk jujur pada perasaan dan memahami arti kehilangan.
Dari sisi visual, Yadi Sugandi selaku sinematografer menampilkan Jakarta dengan nuansa hangat dan penuh kenangan. Setiap adegan dirancang dengan detail untuk memperkuat atmosfer nostalgia melalui pencahayaan lembut dan warna-warna pastel yang menenangkan. Dari ruang kelas hingga jalanan malam ibu kota, semuanya menambah kedalaman suasana yang puitis dan romantis.
Sebagai film musikal, Rangga dan Cinta menonjolkan transisi yang alami antara dialog dan nyanyian. Lagu-lagu seperti “Masih di Sini” dan “Langit yang Sama” tidak hanya memperindah film, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan perasaan karakter secara lebih jujur dan emosional. Beberapa bagian film direkam dengan teknik live singing, membuat penampilan para aktor terasa hidup dan autentik.
Riri Riza menggunakan pendekatan penyutradaraan yang lembut dan penuh empati. Ia memberi kebebasan pada para pemain untuk mengekspresikan emosi mereka, menciptakan interaksi yang alami dan menyentuh. El Putra Sarira dan Leya Princy berhasil membangun chemistry yang kuat, membuat hubungan Rangga dan Cinta terasa realistis dan mengena di hati penonton.
Sementara itu, musik latar garapan Melly Goeslaw dan Anto Hoed memperkuat nuansa emosional film. Perpaduan musik orkestra dan pop membuat suasana romantis terasa lebih dalam tanpa kesan berlebihan. Setiap nada mengiringi perjalanan cinta dua remaja ini dengan harmoni yang menyentuh.
Secara keseluruhan, Rangga dan Cinta (2025) bukan sekadar kisah cinta remaja, tetapi juga refleksi tentang keberanian mencintai, menerima perpisahan, dan tumbuh bersama kenangan. Film ini memadukan nostalgia masa lalu dengan semangat modern, menjadikannya relevan bagi generasi lama maupun baru. Melalui kekuatan musik, visual yang indah, dan penyutradaraan yang sensitif, film ini pantas disebut sebagai salah satu karya romantis-musikal terbaik di tahun 2025.
Sutradara : Riri Riza
Produser : Mira Lesmana, Nicholas Saputra
Penulis : Riri Riza, Salman Aristo
Pemeran : El Putra Sarira, Leya Princy, Adinia Wirasti, Dennis Adhiswara, Sheila Dara
Penata Musik : Melly Goeslaw, Anto Hoed
Sinematografer : Yadi Sugandi
Penyunting : Wawan I. Wibowo
Produksi : Miles Films, Legacy Pictures
Tanggal Rilis : 2 Oktober 2025
Durasi : 116 menit
Bahasa : Indonesia
Negara : Indonesia
Rating : 8.3/10 (IMDb)
Teks: Falza Azahra
Editor: Intan Safitri