Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Mengenalkan Budaya Indonesia kepada Anak Berkebutuhan Khusus melalui Literasi untuk Negeri 

Jakarta, majalahketik.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) berkolaborasi dengan beberapa Himpunan Mahasiswa (HIMA) melaksanakan program Literasi Untuk Negeri di Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Nusantara selama dua hari, yaitu pada 20 Juni dan 4 Juli 2026. Dengan slogan “Bersatu Berkarya, Bersama Berbudaya”, program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sekaligus mengenalkan keragaman budaya Indonesia kepada anak-anak berkebutuhan khusus. 

“Agenda Literasi untuk Negeri itu sebenarnya bertujuan untuk memberikan literasi dan juga pengetahuan-pengetahuan kepada masyarakat. Nah, tahun ini tuh audiens kita anak-anak berkebutuhan khusus, yang fokusannya ke budaya-budaya Indonesia,” ungkap Azka Nadya selaku Ketua Pelaksana. 

Azka menjelaskan bahwa anak-anak berkebutuhan dipilih sebagai sasaran kegiatan Literasi Untuk Negeri tahun ini untuk memberikan literasi dan pengetahuan sekaligus memperoleh pengalaman baru bersama anak-anak dari YPLB Nusantara. 

Dalam mewujudkan program ini, BEM Polimedia berkolaborasi dengan beberapa HIMA di Polimedia, diantaranya dari HIMA Program Studi Animasi, Seni Kuliner, Fotografi, Penerbitan, Penyiaran, Film & Televisi, Teknologi Permainan, dan Teknik. Dalam kolaborasi ini turut menghadirkan beberapa tantangan, seperti kendala pemahaman ataupun tantrum dari beberapa peserta. Namun, segala tantangan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran. 

Program ini terlaksana selama dua hari dengan rangkaian kegiatan yang berbeda. Pada hari pertama, peserta diajak untuk membuat karya seperti buku, menggambar, dan lainnya. Lalu karya-karya tersebut disempurnakan dalam rentan waktu seminggu. 

“Hari pertama kita lebih fokus untuk membuat karya-karya dengan himpunan dan juga anak-anak. Nah, nanti setelah karya itu jadi, disempurnakan lagi sama himpunan itu dalam jangka waktu seminggu,” yjar Azka. 

Pada hari kedua, para peserta melakukan penampilan seperti bernyanyi, menari, dan lainnya. Kemudian, terdapat penayangan video yang berisikan aktivitas di hari pertama. 

Sujono selalu pendiri YPLB Nusantara merasakan keseruan dan dampak positif dari program ini. Menurutnya, program ini menunjukkan bahwa ide dan kreativitas yang dimiliki kaum muda dapat memberikan dampak positif apabila terus dikembangkan. 

“Kaum muda, intelektual, harapan bangsa. Hari ini diperlihatkan satu ide-ide, satu kreativitas yang mana ketika dikembangkan lebih jauh, ya tentunya akan lahir anak-anak bangsa yang brilian,” ujar Sujono.

Sujono mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi anak-anak panti. Menurutnya, melalui program tersebut mereka dapat mengenal orang-orang baru, khususnya mahasiswa Polimedia, serta berbagai karakter yang dimiliki. Pengalaman tersebut turut menumbuhkan semangat belajar serta motivasi bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Sujono berharap melalui kegiatan ini kaum muda dapat terus membersamai anak-anak berkebutuhan khusus serta memberikan perhatian dan pendampingan kepada mereka. 

“Harapannya kaum muda ini dari berbagai perguruan tinggi swasta maupun negeri, senantiasa menyentuh dunia anak-anak istimewa ini, yang mana mereka merasakan untuk keluar itu kan sangat-sangat terbatas. Sentuhan-sentuhan kepada anak-anak istimewa ciptaan Allah ini dapat terus berlanjut dan terus berkembang,” ujar Sujono. 

Menurutnya, pendampingan tersebut dapat terus berlanjut sehingga membantu anak-anak membangun rasa percaya diri. Ia menilai kegiatan seperti menari dan menyanyi menjadi kesempatan bagi mereka untuk lebih berani tampil di depan banyak orang serta termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki. 


Reporter: Nayla Latifa 

Editor: Zalfa Rihhadatul Aisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts