Nama Medpart

Pekan Sosial dan Politik Polimedia 2026 Soroti Perlindungan Karya

SOSIAL POLITIK
Fotografer: Fauzan Nabihan Hidayat

Jakarta, majalahketik.com – Pekan Sosial dan Politik Polimedia 2026 kembali digelar pada Jumat, 9 Oktober 2026 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa Polimedia Lantai 2. Acara yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polimedia melalui Departement Sosial dan Politik ini mengangkat tema “Hak Cipta dan Tantangan Era Digital” sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu sosial dan politik khususnya pemahaman regulasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta perlindungan karya-karya yang kerap menjadi sorotan dan kekhawatiran akan plagiasi dan sebagainya melalui hak cipta.

Ketua Pelaksana Pekan Sosial dan Politik 2026, Naila Fazza menjelaskan bahwa fokus utama pada acara tahun ini menyesuaikan dengan tema yang mana fokusnya pada hak cipta dan masa depan kreatif. Melalui acara ini, ia ingin memberikan pemahaman kepada para mahasiswa tentang berbagai perlindungan-perlindungan karya yang dimiliki.

“Seperti yang kita tahu, segala hal itu mudah untuk diambil, disebar-luaskan, bahkan mudah untuk ditiru terutama dalam hak karya kita,” jelas Naila.

Ia juga menambahkan bahwasanya perkembangan teknologi dan Generative AI juga menjadi salah satu alasan Pekan Sosial dan Politik 2026 mengangkat isu tentang Hak Cipta. Menurutnya Generative AI memberikan kemudahan dalam mengakses dan menggunakan kembali karya orang lain sehingga muncul kekhawatiran akan plagiasi dan penyalahgunaan dari karya itu sendiri.

“Kita ingin memberi tahu bahwa kita bisa melindungi karya kita dari segala jenis kekhawatiran terkait plagiasi dan sebagainya melalui hak cipta,” tambah Naila.

Untuk menyampaikan isu tersebut Pekan Sosial dan Politik 2026 menghadirkan sejumlah rangkaian acara yang berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih berfokus pada penampilan karya kreatif, tahun ini Pekan Sosial dan Politik 2026 mengadakan ruang diskusi publik pada hari pertama dengan menghadirkan narasumber dan debat dari perwakilan mahasiswa untuk hari kedua.

Ketua Pelaksana Pekan Sosial dan Politik Polimedia 2026, Naila Fazza juga menegaskan bahwa melalui debat tersebut, guna mengetahui seberapa besar mahasiswa memahami pentingnya sebuah hak cipta, terutama dalam melindungi karya kreatif serta inovatif yang menjadi aset bagi mereka sebagai mahasiswa Polimedia.

“Aset yang tidak tampak karena itu kenapa mahasiswa penting mengetahui terkait hak cipta, karena mereka bisa melindungi aset yang tentunya bisa mereka gunakan di masa depan,” jelas Naila.

BEM Polimedia juga memastikan, bahwa Pekan Sosial dan Politik tidak hanya menjadi ruang diskusi semata. Naila juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya karya mereka melalui Hak Kekayaan Intelektua (HKI).

“Semoga setelah ini mahasiswa lebih aware, juga lebih tahu ternyata negara menyediakan sebuah perlindungan bagi karya mereka melalui HKI itu sendiri,” tutup Naila.

Repoter: Kamila Nurhaniyah

Redaktur: Hanum Ayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts