Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Wadah Diskusi Jadi Langkah BEM Polimedia Atasi Polemik Spanduk Tuntutan

Foto: instagram @bempolimediajkt

JAKARTA, majalahketik.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri  Media Kreatif (BEM Polimedia) menegaskan sikapnya terkait spanduk yang memicu polemik di kampus. Ketua BEM Polimedia, Dzakwan Aufa Syauqi, meneruskan hasil dari pertemuannya bersama Direktur Polimedia, Tipri Rose Kartika, sepekan lalu, ia dengan pihak manajemen sepakat akan mengadakan wadah untuk berdiskusi dengan mahasiswa.

“Dalam wadah tersebut dari pihak manajemen akan memberi penjelasan terkait permasalahan yg terindikasi dari kepentingan pribadi maupun kelompok dari berbagai pihak,” ucap Dzakwan. 

Ia menegaskan, BEM hanya akan melibatkan pihak-pihak yang berkaitan langsung, baik yang bersinggungan maupun terdampak oleh konflik.

“Yang akan BEM libatkan tentunya hanya pihak-pihak yang memang berkaitan dalam hal tersebut, tidak terbatas dari pihak-pihak yang bergesekan saja, tetapi juga pihak-pihak yg terdampak akan polemik tersebut,” ucap Dzakwan.

Dzakwan mengatakan tanggapan awal BEM terhadap polemik ini adalah memvalidasi informasi dari kedua belah pihak sebelum menentukan sikap. Dzakwan juga menegaskan bahwa BEM akan terus mencari segala bentuk informasi dari kedua belah pihak yang nantinya akan dilanjutkan dengan pengawalan dari pihak BEM sendiri terkait berbagai bentuk eskalasi dari isu tersebut.

Lebih lanjut, Dzakwan menekankan bahwa BEM tidak akan menunggu terlalu lama dalam menindaklanjuti desakan klarifikasi dari mahasiswa. Ia menegaskan, langkah pengawalan akan dilakukan secepatnya, bahkan sebelum pihak kampus memberikan jawaban resmi. Hal ini, menurutnya, penting untuk menjaga agar keresahan mahasiswa tidak berlarut-larut.

“Secepatnya dari BEM akan menindaklanjuti hal tersebut, karena sejak pelayangan pernyataan sikap, BEM selalu mem-follow up dan mengawal isu ini,” tambahnya.

Meski demikian, BEM tetap membuka kemungkinan adanya eskalasi apabila aspirasi yang disampaikan melalui jalur resmi tidak direspons dengan baik oleh pihak manajemen. Namun, Dzakwan menegaskan bahwa setiap bentuk pergerakan mahasiswa nantinya akan selalu mengedepankan kepentingan bersama, bukan agenda politik individu ataupun kelompok tertentu. Ia berharap dengan adanya wadah diskusi, mahasiswa bisa lebih fokus pada substansi permasalahan yang mereka hadapi, bukan terjebak dalam provokasi.

“BEM akan melakukan eskalasi pergerakan yang akan selalu mengedepankan kepentingan mahasiswa. Dari hal tersebut mahasiswa akan lebih terstruktur dalam pergerakannya serta berfokus pada apa yang memang menjadi keresahan kita bersama,” tutup Dzakwan.

Reporter: Hanum Ayu Lestari

Teks: Sabda Maulana

Editor: Syafaa Ainun Laita Lesmana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts