Listen

Ramah Disleksia

A

A

Nama Medpart

Menapak Jejak Sejarah di Monumen Pancasila Sakti

sumber: malang hits

Jakarta, majalahketik.com — Monumen Pancasila Sakti yang terletak di Jakarta Timur menjadi salah satu destinasi bersejarah yang ramai dikunjungi pelajar dan masyarakat umum. Setiap hari, tempat ini menjadi pusat pembelajaran sejarah nasional, terutama mengenai peristiwa G30S/PKI yang merupakan bagian penting dari perjalanan bangsa. Melalui kegiatan studi tur dan kunjungan edukatif, pengunjung dapat mengenal lebih dekat nilai-nilai perjuangan dan semangat Pancasila yang diabadikan di monumen ini.

Kepala Monumen Nasional Pancasila Sakti, Letkol. Caj. Edy Bawono, S.S., M.T., menjelaskan bahwa sebagian besar area monumen masih mempertahankan bentuk aslinya, terutama di sekitar lokasi sumur yang menjadi saksi bisu peristiwa G30S/PKI. Sementara itu, tiga rumah bersejarah di sekitarnya telah mengalami perbaikan untuk menjaga kelestarian bangunan, sedangkan ruang relief di area utama tetap menampilkan peninggalan penting dari para pelaku sejarah. Di antara banyaknya pengunjung, sosok yang paling sering ditanyakan ialah para pahlawan revolusi, khususnya tujuh tokoh yang gugur dalam tragedi tersebut. Namun, tidak jarang pengunjung juga menyinggung nama-nama besar seperti Soekarno, Soeharto, hingga pemimpin PKI saat itu, D.N. Aidit.

Edy menuturkan bahwa antusiasme pengunjung cenderung menurun pada bulan Ramadan, sedangkan masa paling ramai biasanya datang dari kalangan pelajar SD hingga mahasiswa yang melakukan kunjungan studi. Banyak dari mereka merasa kagum sekaligus terkejut saat pertama kali melihat langsung lokasi bersejarah ini, terutama area sumur yang menjadi titik utama perhatian.

Biasanya mereka datang karena ingin tahu lebih dekat tentang sejarah bangsa, dan rasa penasaran itu membuat pengalaman belajar mereka menjadi lebih bermakna, ujar Edy.

Untuk menarik minat generasi muda, pihak pengelola kini menampilkan tayangan digital berisi profil dan dokumentasi sejarah Pancasila Sakti. Adapun area favorit pengunjung tetap berpusat di sekitar sumur, tempat berdirinya tugu peringatan yang menjadi simbol utama monumen tersebut.

Bagi sebagian pelajar, kunjungan ke Monumen Pancasila Sakti juga menjadi bagian dari kegiatan sekolah.

Kami ke sini karena ada tugas dari sekolah, jadi sekalian biar dapat nilai tambahan juga,” ujar salah satu pengunjung asal SMP sambil tersenyum.

Tak hanya untuk menuntaskan tugas, kunjungan semacam ini juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai perjuangan dan semangat kebangsaan yang tercermin di setiap sudut monumen. 

Pujirahayu, guru geografi dari SMP Negeri 2 Cilacap, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa monumen ini memiliki nilai pembelajaran yang penting bagi mata pelajaran IPS, khususnya terkait peristiwa  G30S/PKI.

“Monumen Pancasila Sakti ini sarat dengan nilai sejarah, terutama tentang peristiwa G30S/PKI yang bisa membentuk karakter siswa agar memahami perjuangan bangsa. Harapan saya, setelah mengajak anak-anak ke sini, mereka bisa memahami kejadian masa lalu yang membuat Indonesia bisa kembali bangkit seperti sekarang, ujar Pujirahayu.

Kunjungan ke Monumen Pancasila Sakti bukan hanya sekadar perjalanan mengenang masa lalu, tetapi juga pengingat bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga persatuan dan nilai-nilai kebangsaan. Melalui pembelajaran langsung di tempat bersejarah ini, semangat Pancasila diharapkan terus hidup di hati para pelajar sebagai penerus perjuangan bangsa Indonesia.

Teks : Andien T Aprilia

Editor : Muhamad Rifki Saputra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts